Senin, 06 Mei 2019


Batik merupakan aset kebudayaan bangsa Indonesia yang akan selalu dikagumi oleh bangsa sendiri maupun bangsa asing karena batik memiliki keanekaragaman corak warna dan motif-motif dilamanya sehingga membuat nuansa-nuansa keindahan yang timbul sewaktu melihatnya. Terdapat berbagai macam jenis batik, salah satunya yaitu batik Jumputan atau bisa disebut juga dengan batik celup ikat. Batik Jumputan merupakan jenis batik yang dihasilkan dengan cara proses ikat pada kain mori dan dicelupkan dengan warna. Batik jumputan tidak menggunakan metode malam, tetapi menggunakan metode kain mori diikat atau dijahit dan dikerut menggunakan tali. Tali tersebut memiliki fungsi sama halnya malam yakni untuk menutup bagian yang tidak terkena warna.
Dalam batik Jumputan menggunakan metode Jumputan dalam proses pembuatanya, istilah jumputan sebenarnya berasal dari Bahasa Jawa yakni menjumput atau mengambil dengan semua ujung jari tangan. Oleh sebab inilah mengapa metode pembuatan batik Jumput tidak menggunakan lilin atau cating, karena dalam proses pembuatan batik Jumput hanya melalui proses menjumput kain yang diisi biji-bijian sesuai dengan motif yang diinginkan, dan selanjutnya diikat menggunakan tali dan yang terakhir dicelupkan ke dalam pewarna. Meskipun prosesnya tidak menggunakan cating dancenderung sederhana, tetapi hasil kain yang didapatkan tidak kalah indah dengan jenis batik yang lainya.

Sejarah Perkembangan Batik Jumputan

Teknik celup yang digunakan dalam pembuatan batik Jumput menurut sejarahnya pada awalnya berasal dari Tiongkok, lalu kemudian berkembang sampai ke India dan sampai keIndonesia melalui  orang-orang india yang melakukan perdagangan yang membawa keindahan ragam hias dan rangkaian warna-warna yang menawan untuk dilihat. Dalam proses pewarnaan batik Jumputan pada zaman dahulu menggunakan zat-zat perwarna yang berasal dari alam. Namun dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat zat pewarna alami yang dahulu sering digunakan untuk proses pewarnaan kain mulai ditinggalkan dan digantikan oleh pewarna sintesis yang lebih efisien dalam proses penggunaanya. 

Proses Pembuatan Batik Jumputan


Didalam proses pembuatan batik Jumputan memiliki dua teknik yang sering digunakan, dua teknik tersebut yaitu :
Teknik ikatan
Teknik ikatan merupakan teknik mengikat kain mori dengan tujuan untuk menimbulkan motif. Cara pengikatan kain mori tersebut harus kencang supaya pada saat dicelup tidak terkena warna, sehingga setelah ikatanya dilepas akan terbentuk motif corak warna. Cara pengikatan dalam teknik ikatan ini beragam, diantaranya yaitu ikatan datar, ikatan miring, ikatan kombinasi, ikatan lipat dan ikatan gulung.
Teknik jahitan
Teknik Jahitan merupakan salah satu teknik pembuatan batik jumputan dengan cara kain mori sbelum melakukan proses jahitan diberi pola terlebih dahulu lalu dijahit menggunakan tusuk jelujur pada garis pola warna yang sudah dibuat menggunakan benang, kemudian benang ditarik secara kuat, sehingga kain menjadi rapat dan berkerut. Pada saat proses pewarnaan, kain dicelupkan kedalam pewarna dan benang yang rapat akan menghalangi warna masuk ke kain, sehingga bagian kain yang sengaja tidak terkenan pewarna akan membuat sebuah motif-motif yang terlihat indah.


EmoticonEmoticon