Senin, 14 Januari 2019


MotifBatik - Motif batik megamendung merupakan motif batik dengan pola awan yang berasal dari Cirebon. Kepopuleran batik megamendung juga mengangkat kota Cirebon salah satu sentra batik di Jawa Barat. Dibalik motif awan ternyata batik megamendung mengandung filosofi yang mendalam di setiap motifnya. Sebelum kita mengulas lebih dalam makna dibalik motif mega mendung kita pelajari dulu sejarah akan batik megamendung

Sejarah Motif Batik Megamendung


Sejarah munculnya motif batik megamendung di Cirebon berawal dari kedatangan bangsa China. KEdatangan bangsa China ini membuat wawasan warga pribumi semakin bertambah berbagai seni kesenian dari China kemudian ditularkan seperti pembuatan keramik, piring dan pembuatan motif kain.
Pada budaya China motif awan memiliki makna yang melambangkan nirwana sebagai dunia yang luas, abadi, bebas dan bermakna transidental konsep ketuhanan. Awan juga direpresentasikan oleh kaum sufi sebagai ungkapan yang sama yaitu konsep luas dan bebas.
Ditangan para pengrajin batik Cirebon, mereka membuat motif batik awan tersebut dalam wujud kain batik dan sekarang motif tersebut dikenal sebagi motif batik megamendung. Meskipun inspirasi motif ini berasal dari China, batik megamendung dengan kain motif awan khas China terdapat sedikit perbedaan.  Jika kain motif awan China memiliki garis awan berbentuk bulatan atau lingkaran, berbeda dengan batik mega mendung cirebon, yang motif awan berupa garis awan yang cenderung lancip, lonjong, dan segitiga.
Sejarah lain menuliskan bahwa pertumbuhan batik cirebon pun bersangkutan dengan sejarah pertumbuhan gerakan kaum tarekat yang menghamba di keraton cirebon sebagai sumber pendapatan untuk mendanai kumpulan tarekat tersebut. Kelompok itu tinggal di desa trusmi yang terletak 4 km dari keraton cirebon.                                                                                       

Makna dan Filosofi Motif Batik Megamendung


Motif batik megamendung menggambarkan format sekumpulan awan di langit. Konon menurut keterangan dari sejarah Cirebon, motif ini terbentuk saat seseorang melihat format awan pada genangan air sesudah hujan dan cuaca saat tersebut sedang mendung. Sehingga seseorang tersebut menuangkan idenya guna menggambar awan yang sudah di lihat melewati genangan air itu dengan format awan yang bergelombang.
Oleh karena itu, terbentuklah motif Mega Mendung (Mega= Awan, Mendung=cuaca yang sejuk/adem) dengan warna dasar merah dan awan yang berwarna biru dengan tujuh gradasi warna sebagai warna orisinilnya yang familiar dari Cirebon.
Arti dan filosofi motif Mega Mendung merupakan awan yang muncul saat cuaca sedang mendung. Di samping arti, motif Mega Mendung pun mempunyai makna atau filosofi bahwa setiap insan harus dapat meredam amarah/emosinya dalam kondisi dan situasi apapun, dengan kata lain, hati insan diharapkan dapat tetap ‘adem’ meskipun dalam suasana marah, laksana halnya awan yang hadir saat cuaca mendung yang bisa menyejukkan keadaan di sekitarnya.
Kemudian arti dari warna batik Mega Mendung ini merupakan emblem dari seorang pemimpin dan awan biru sebagai sifat seorang pemimpin yang mesti dapat mengayomi semua masyarakat yang dipimpinnya. Beralih untuk gradasi warna yang sedang di ornamen awannya, gradasi pribumi dari batik Mega Mendung ini ialah tujuh gradasi yang maknanya dipungut dari lapisan langit yang mempunyai 7 lapis, begitupun bumi yang tersusun atas 7 lapisan tanah, dan jumlah hari dalam seminggu  sejumlah 7  hari. Batik motif Mega Mendung memang nampak sederhana, akan namun motif ini dalam bakal makna/ filosofi yang dimilikinya.
Sebagai ekstra informasi supaya tidak salah kaprah dengan arti gradasi warna, bahwa kini gradasi warna batik Mega Mendung sudah disesuaikan dengan keperluan pasar. Sehingga, gradasinya bisa dikurangi atau diminimalkan menjadi 3-5 gradasi cocok pesanan. Bahkan telah ada pun batik Mega Mendung yang sengaja tidak diberi gradasi warna pada motif awannya sebab tuntutan yang diperlukan oleh pasar.
Batik megamendung kini sudah menjadi salah satu motif batik paling populer di tanah air maupun mancanegara. Keelokan batik motif megamendung juga sudah mengangkat Cirebon sebagai centra batik di pesisir utara pulau jawa yang tak kalah dengan batik Jogja, Solo maupun Pekalongan. 


EmoticonEmoticon